Ke Toko Buku Bersama Orang yang Tak Hobi Membaca

gramedia_20151121_202659

diambil dari google.com

Saya sangat menyukai toko buku. Saat pusing karena pekerjaan, saya suka meluangkan waktu untuk ke toko buku. Mencium bau buku baru sudah bisa membuat mood saya membaik, melihat-lihat buku terbitan baru, kadang kala saya membeli beberapa di antaranya saat memang ingin, kadang juga saya tidak membeli buku tetapi membeli pernak-pernik tak penting, pernah juga hanya melihat-lihat dan keluar tanpa membeli apa pun. Tapi intinya, toko buku adalah salah satu tempat favorit saya.

Mengingat waktu yang kadang lewat dengan cepat ketika saya berada di toko buku, biasanya saya akan pergi sendiri saja ke toko buku atau dengan teman-teman sesama penggila toko buku. Saya merasa kurang baik mengajak teman yang tidak suka membaca untuk pergi ke toko buku, karena nantinya mereka hanya akan bengong dan saya pun tidak akan tega berlama-lama di sana.

Tapi sudah beberapa waktu belakangan –tentu saja sebelum edisi saya terkapar– saya selalu mengajak salah satu teman saya yang tidak suka membaca ini ke toko buku. Alasannya sederhana, satu karena dia memiliki pulpen dan pensil mekanik yang sama persis dengan saya dan keduanya hanya ada di toko buku favorit saya itu, maka saya yakin dia sebenarnya tidak asing dengan toko buku tersebut; kedua karena saya merasa dia harus tahu tempat favorit saya –selain rumah, tentu saja-. Sesederhana itu.

toko

diambil dari google.com

Kali pertama, teman saya ini hanya mengekor saya mengelilingi toko buku dan membaca sinopsis-sinopsis buku, mengamati sampul-sampul buku baru, lalu melongo kaget melihat saya membeli tiga buku sekaligus. Saya pun menghampiri kasir diiringi oleh gumaman teman saya yang tiada henti mengenai kapan saya akan membacanya. Saya hanya tertawa menanggapinya dan berkata bahwa saya akan menghabiskannya dalam waktu sebulan paling lama. Yang tidak saya katakan padanya adalah saya masih memiliki beberapa tumpuk buku belum terbaca di rumah. xD

Teman saya tidak lagi mengekor di saat saya ajak ke toko buku berikutnya. Dia menyusuri rak-rak buku lain sewaktu saya berkutat di lorong buku-buku fiksi. Saat saya asyik membaca sinopsis buku Gravity karya Rina Suryakusuma, kawan saya datang lalu turut mengambil salah satu buku, Ke Mana Kau Pergi, Bernadette? lalu bertanya mengenai jalan ceritanya, dia pasti melihat saya membacanya beberapa saat lalu. Saya pun menceritakan garis besar ceritanya dengan gaya bercerita saya yang bisa dibilang cukup ekspresif. Teman saya tertawa mendengarkannya dan berkata bahwa ceritanya sangat menarik. Saya sendiri memang menyukai cerita pada buku tersebut, tapi yang tidak saya katakan padanya adalah saya tipe pencerita yang bergaya sangat meyakinkan dan sering kali membuat cerita terdengar lebih menarik dari aslinya. Meski gaya bercerita ini sangat jarang saya praktikkan, mungkin hanya pada orang-orang terdekat saja, ya kamu tahu kamu siapa kan. Berakhir dengan hanya membeli satu buku tadi, saya pun beranjak dari toko buku dengan memegang janji dari teman saya untuk kembali lagi dalam waktu dekat.

Yang berikutnya mudah saja, tak perlu lagi menilik keberadaan teman saya, sudah pasti di lorong yang sama dengan saya. Dan kali ini, saya tidak sendirian saat mengantre di kasir. Teman saya membawa buku A Monster Calls dari Patrick Ness, dia memilih buku tersebut karena penasaran dengan nasib monster yang ada. Saya hanya bisa tertawa dan bercerita sedikit soal monster dalam buku tersebut. Teman saya pun makin tak sabar untuk mulai membaca buku pertamanya dalam sekian tahun terakhir itu. Yang tidak saya katakan padanya adalah betapa depresifnya buku tersebut, saya ingin membiarkannya merasakan efek dari buku dengan cerita yang menurut saya sangat bagus tersebut. Semoga teman saya menikmati ceritanya.

Ah, lumayan juga. Membawa teman yang tidak suka membaca ke toko buku dan berhasil membuatnya mulai membaca? Yah, bukan hasil yang buruk kan?

Mungkin lain waktu saya harus membawa teman lain yang belum suka membaca juga. Siapa tahu berhasil meracuninya dengan virus terbaik ini.. 🙂

Kalian sudah pernah coba?

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s