Berdoa yang Singkat

3f722007c1699ddcedcc59bb9bf78c0d

Berdoanya selalu singkat saja. Belum sempat saya menikmati raut wajahnya yang serius, waktu berdoanya sudah usai. Selalu saja begitu, dan saya pun kecolongan waktu. Tak sampai lima menit, sosok itu sudah beranjak dari sana, tempatnya mengiring doa, lalu menghampiri saya yang selalu saja hanya melihat dari pintu.

Memangnya apa yang sudah kamu lakukan buat Tuhan sampai merasa berhak banyak meminta berkedok doa? Begitu pertanyaan awal darinya saat perbincangan kami tak terasa merasuk ke ranah religi. Saya tidak bertanya apa pun, tapi sepertinya sudah banyak pertanyaan soal durasi berdoanya yang mampir. Entahlah, tapi bukannya memang yang bisa kita lakukan ya berdoa itu tadi, selain berusaha lho ya. Tak banyak yang bisa saya katakan, ilmu agama yang cetek dan ketidak tahuan soal durasi berdoa miliknya membuat saya tak yakin menjawab pertanyaannya.

Tapi apa iya harus sepanjang itu berdoanya? Ngumpulin abu sampai banyak begitu, apa saja sih yang mereka minta di sana? Bukannya menjawab pertanyaan saya, dia justru menambah pertanyaan lain yang membuat saya tersindir. Ya, kadang saya pun berdoa cukup panjang setelah sembahyang. Kalau berdoa sependek kamu, memangnya minta apa? Secepat itu? Atau memang gak punya keinginan yang bisa dijadikan doa?  Ah, saya jadi menuduhnya. Bukan respons yang baik.

Soal pengin ini itu sih banyak, tapi kenapa meremehkan Tuhan sampai harus mengucapkan semua keinginan di tiap doa? Jangankan apa yang betul-betul kamu mau, sekadar lintas pikiranmu saja Tuhan sudah pasti tahu kok. Tuhan Maha Tahu. Ya kanSaya pun terdiam sejenak. Jadi, apa yang kamu ucapkan waktu berdoa? Saya penasaran, ingin tahu lebih banyak soal pemikiran yang sedikit berbeda dari apa yang sudah saya punya selama ini.

Restu. Pendek saja.

Saya pun kebingunganRestu? Restu soal apa? Itu kan gak spesifik. Respons yang saya dapat justru berupa gelak tawa berkepanjangan seperti mengejek. Luar biasa. Meski setelahnya, keluar juga jawaban atas pertanyaan saya. Restu ya restu, gak perlu spesifik disebut minta restu buat apa. Kadang kamu sendiri bias mau apa, kadang yang kesebut dalam doa bukan yang benar-benar kamu mau. Kadang kamu sulit mendengar apa yang hati kecil kamu mau. Tapi Tuhan tahu, semua yang kamu mau, semua yang kamu pikirkan, dan semua yang paling baik buat kamu. Makanya aku minta restu, mana yang nantinya kejadian, ya berarti itu jalan yang direstui. Meski menurut kita gak nyenengin, tapi itu sudah atas restu-Nya. Jadi apa pun itu, pasti yang terbaik buat kita. 

Gantian saya yang tertawa, bukan karena senang tapi karena merasa tertohok. Oh jadi maksudnya, meski aku bertahun-tahun mengucap doa yang itu-itu saja, tapi karena tidak direstui, makanya sampai sekarang pun gak keturutan. Begitu?

Ya begitu, kamu juga sebenarnya sadar itu kan? Sadar tapi ngeyel, oh, that is so you! Kalau konsep awalnya minta restu, begitu jalannya gak sesuai sama yang kamu mau, kamu bakal bisa terima. Manusia di hadapan saya ini kurang ajar, sebelum saya mengeluarkan argumen lain (baca: ngeyel), dia sudah menyebutkannya terlebih dulu. Maka saya pun mengurungkan niat. Padahal biasanya saya akan menang adu argumen jika diberi ruang, bukan karena lebih pintar, tapi karena saya bisa terdengar begitu meyakinkan saat menerangkannya.

Seakan mengerti bahwa saya tidak akan berargumen (baca: ngeyel) lagi, dia pun mengajak omong soal hal-hal lain yang menyenangkan dan kadang kurang bermakna. Saya pun terbawa dan tak lagi menyoalkan tentang berdoanya yang pendek. Mungkin dia tahu, jika persoalan tadi diteruskan sebentar lagi, maka saya akan bersut kemudian merajuk minta pulang. Lalu selagi saya tertawa menikmati omong-omong kami dan binar matanya yang begitu jenaka, tebersit doa dalam hati saya meminta restu.

Ah, masih saja saya berani meminta, padahal saya sudah tahu pasti, Tuhan tidak akan memberi restu untuk yang satu ini, sepanjang apa pun saya berdoa.

Advertisements

4 thoughts on “Berdoa yang Singkat

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s