Tempat yang Berbeda

 

28575929991_7a793a71fb_o

Kurang lebih setahun belakangan, saya bekerja di tempat baru. Bidang yang sama, masih menjadi merchandisersulit mendeskripsikannya, tapi bisa dicari via Google jika berkenan-, memproduksi hal yang sama, tapi kali ini jauh lebih banyak tantangannya. Sebelumnya saya sudah pernah bekerja di agent, mencoba di factory kecil, loncat menjadi buyer, kali ini saya kembali menapakkan kaki di factory tapi tidak bisa dibilang kecil karena punya tiga cabang dan semuanya tidak berada di lokasi yang sama dengan tempat saya bekerja.

Berat? Pasti.

Sulit? Jelas.

Tapi saya memang tidak mencari mudah, saya mencari tempat untuk bisa mengerjakan apa yang suka bersama orang-orang yang sejalan dengan saya. Apa yang tidak saya dapatkan pada tempat kerja saya terdahulu. Maka saya pun memberanikan diri untuk berada di tempat saya bekerja sekarang, meninggalkan semua yang enak-enak di belakang sana dan memulai lagi dari awal.

Dan tentu saja, tidak ada yang menyenangkan dari pindah kerja. Saya harus menyerap kondisi kantor baru, beradaptasi dengan banyak orang baru, belajar tiga system sekaligus –bukan satu, tapi tiga-, belum lagi saya harus membiasakan pulang-pergi naik commuter line yang luar biasa penuh penumpangnya sampai terkadang bernapas saja rasanya sulit.

Tapi menjadi merchandiser selalu berhasil membuat waktu terasa begitu singkat. Dalam perjalanannya, saya sudah merasakan tiga kali kehilangan rekan kerja. Yang pertama membuat saya begitu patah hati –hingga saya nyaris merasa tidak bisa bekerja lagi-, yang kedua nyaris tidak terasa kecuali saat saya terpaksa menyelesaikan semua pekerjaannya, dan yang terakhir terlepas begitu saja karena saya tidak pernah ingin membuat orang lain bimbang. Semuanya terjadi hanya dalam kurun waktu setahun, membuat 2016 bukan tahun favorit saya.

Meski sudah setahun dengan tempat kerja baru, saya masih saja harus belajar banyak. Mungkin akan ada banyak rentetan training atau workshop yang harus saya ikuti, pun update system yang mau tak mau harus dipelajari atau hidup saya akan menjadi sangat sulit di sini. Masalah kerjaan memang tidak pernah habis, ada-ada saja rupanya. Mulai dari masalah produksi biasa sampai soal truk yang tidak datang sesuai jadwal atau bahkan soal price tag yang tertinggal. Nyaris sulit dipercaya, hal-hal kecil yang tidak terpikir bisa menjadi persoalan besar di tempat saya bekerja. Bukan di kantor saya bekerja, tapi di bidang saya bekerja.

Teman, sahabat, bahkan orangtua saya sendiri tidak pernah bisa mengerti jenis pekerjaan saya. Tidak pernah bisa masuk akal mereka saat saya menanti datangnya kontainer dan menunggu orang bea cukai memberi segel hingga nyaris pagi hari. Tapi ini yang saya dan kolega saya lakukan setiap harinya. Dan saya menyukainya.

Saya tahu akan ada saat di mana saya tidak lagi ingin menjadi merchandiser, tapi jika boleh memilih, saya ingin bekerja di sini sampai saya merasa cukup lalu tidak lagi bekerja kantoran. 🙂

30153616736_b7aa52865b_o

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s