[Foto] – Persiapan

Namanya Satwika, biasa dipanggil Wika. Salah satu impiannya adalah bisa menikah sebelum usia 30 tahun, jatuh tempo di bulan Februari 2016. Ketika akhirnya bertemu si pria idaman lewat salah satu situs pencari pasangan, dia tidak buang waktu. Kenal di bulan Mei, kopi darat di bulan Juni, dan Agustus mereka sudah menggelar lamaran resmi. Meski kaget luar biasa, saya juga turut senang luar biasa karena mereka memang terlihat menikmati cepatnya proses yang mereka pilih. Mereka sama sekali tidak melihat bahwa yang sedang mereka jalani itu terlalu cepat, menurut mereka, ya memang itu adalah jalan yang sudah seharusnya mereka lalui.

Di hari lamaran 15 Agustus 2015, kedua keluarga tidak menggelar acara mewah. Masing-masing hanya mengundang keluarga, Wika tentu saja mengundang saya dan Dessy. Sayangnya Dessy tertahan di Lampung karena ada musibah keluarga, maka hanya saya yang dapat hadir. Kebetulan juga, Wika memang meminta saya untuk bantu-bantu foto, hitung-hitung menghilangkan biaya sewa fotografer. Saya pun dengan senang hati membantu meski sebenarnya masih amatir.

Mulai dari Wika dandan, acara dimulai, makan-makan, sampai setelahnya, ada begitu banyak foto yang berhasil saya ambil. Tapi saya sangat menyukai foto ini, entah kenapa. Meski belum selesai make-up, rambut yang masih manja dengan gulungan, bulu mata palsu yang masih terlihat tempelan, bahkan bedak yang masih belum rata, wajahnya terlihat begitu… bahagia. Dari lubang lensa, saya sudah bisa menangkap aura kebahagiaan di sana, tawa yang begitu tulus karena rasa senang tidak terkira, campuran antara rasa tegang dan penasaran akan bagaimana nantinya acara akan berlangsung. Sama sekali tidak sulit memintanya untuk tersenyum.

Makan dulu, yank!

Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kedua keluarga sepakat untuk mengadakan ijab di bulan Januari 2016. Tercapai sudah cita-cita untuk menikah sebelum berusia 30 tahun. Tak terasa, sudah satu tahun lebih mereka menjadi suami-istri, kami masih sering bertemu, tidak lagi bertiga dengan Dessy, tapi berempat dengan personel tambahan, Arif, suaminya. Tempat biasa kami berkumpul pun menjadi semakin penuh, tapi Dessy dan saya tidak pernah keberatan. Rasanya menyenangkan sekali dapat melihat ada orang yang begitu manis memperlakukan teman saya.

Bulan ini mereka akan bulan madu kedua ke Bali, ada pengharapan-doa-usaha untuk memiliki keturunan secepatnya. Semoga permintaan mereka selalu dikabulkan. Aamiin. 🙂